RSS

Translate

Penyakit Alergi Pada Mata

Penyakit alergi pada mata yang paling sering didapat adalah konyungtivitis alergik     (hay fever), konyungtivitis vernalis, keratokonyungtivitis atopik, dan konyungtivitis giant papilar. Keadaan penyakit dapat mulai dari konyungtivitis ringan sampai yang berat seperti keratokonyungtivitis atopik yang dapat menyebabkan kebutaan.

Konyungtiva adalah mukosa permukaan bola mata, setara dengan epitel usus dan bronkus, yang berhubungan dengan sel dan berfungsi sebagai pertahanan terhadap antigen dan mikroorganisme dari luar. Konyungtiva dan jaringan limfoid di daerah tersebut akan memproses antigen sehingga timbul sel T dan sel B yang sudah tersentisasi, yang telah siap dengan respons imunnya bila timbul rangsangan dari luar.

Walaupun imunopatogenesis penyakit ini bervariasi, tetapi sel mast dan basofil memegang peranan karena banyak terdapat pada lamina propria konyungtiva dan kelopak mata.

Etiologi
Penyebab konyungtivitis vernalis adalah alergen lingkungan seperti debu rumah, tungau debu rumah, serpihan binatang piaraan, dan makanan.

Patogenesis
Pada penyakit ini terdapat IgE pada sel mast di subepitel. Asosiasi antigen dan IgE akan merangsang degranulasi sel mast mengeluarkan amin vasoaktif. Walaupun terdapat banyak degranulasi eosinofil dan sel mast di jaringan yang menandakan peran hipersensitivitas tipe I, mekanisme ini tidak dapat menerangkan semua kelainan pada konyungtivitis vernalis, mungkin respons imun selular juga turut berperan.

Antibodi dapat dikatakan berperan pada patogenesisnya bila terdapat kumpulan sel plasma atau eosinofil di jaringan mata yang sedang meradang, atau bila kelainan mata berhubungan dengan penyakit inflamasi pada bagian tubuh lain oleh mediasi antibodi. Kelainan mata sering diikuti penyakit atopi lain seperti asma, rinitis alergik, atau dermatitis atopik dibandingkan dengan individu normal.

Selengkapnya silakan baca di sini: http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/08/31/penyakit-alergi-pada-mata/

Atasi Alergi Mata


INILAH.COM, Jakarta - Sadarkah Anda bahwa keseharian Anda sangat dekat sekali dengan penyebab alergi, terutama alergi pada mata.

Penyebabnya antara lain debu, binatang kesayangan Anda, dan polusi. Semuanya bisa menyebabkan gangguan pada mata, seperti mata merah, gatal, berair, dan sejumlah alergi lain yang sifatnya tidak menular.

Terlihat sepele memang. Tetapi jika tidak Anda atasi dengan segera, alergi ini bisa menyebabkan gangguan yang cukup serius pada mata.

Ada beberapa tips dari The American Academy of Family Physicians yang bisa Anda coba untuk mencegah gejala alergi pada mata.
1. Berikan obat tetes mata atau salep mata untuk mengatasi gejala alergi awal. Beberapa di antaranya membutuhkan resep dokter.
2. Minumlah antihistamin yang sebelumnya sudah Anda konsultasikan dengan dokter.
3. Bersihkan mata secara teratur.
4. Jika Anda menggunakan contact lens, berhenti gunakan sementara hingga gejala alergi hilang dan gunakan kacamata untuk sementara waktu

Jika Anda memiliki binatang peliharaan, jagalah kebersihannya. Jangan sampai binatang kesayangan Anda menjadi media penyebab terjadinya alergi.

Jangan pernah anggap remeh gejala awal alergi pada mata meskipun hanya sekadar gatal-gatal saja.

Sumber: http://www.inilah.com/read/detail/58382/atasi-alergi-mata

Alergi Mata Merah

DEFINISI

Mata merah alergi adalah radang konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi.

Konjungtiva banyak sekali mengandung sel dari sistem kekebalan (mast sel) yang melepaskan senyawa kimia (mediator) dalam merespon terhadap berbagai rangsangan (seperti serbuk sari atau debu tungau) . Mediator ini menyebabkan radang pada mata, yang mungkin sebentar atau bertahan lama. Sekitar 20% dari orang memiliki tingkat mata merah alergi.

Mata merah alergi yang musiman dan mata merah alergi yang berkelanjutan adalah jenis yang paling sering dari reaksi alergi pada mata. Mata merah alergi yang musiman sering disebabkan oleh serbuk sari pohon atau rumput, oleh karenanya jenis ini timbul khususnya pada musim semi atau awala musim panas. Serbuk sari gulma bertanggung jawab pada gejala alergi mata merah pada musim panas dan awal musim gugur. Alergi mata merah yang berkelanjutan terjadi sepanjang tahun; paling sering disebabkan oleh tungau debu, bulu hewan, dan bulu unggas.

Mata merah Vernal adalah bentuk alergi mata merah yang lebih serius dimana penyebabnya tidak diketahui. Kondisi paling sering terjadi pada anak laki-laki, khususnya yang berumur kurang dari 10 tahun yang memiliki eksema, asma, atau alergi musiman. Mata merah Vernal biasanya kambuh setiap musim semi dan hilang pada musim gugur dan musim dingin. Banyak anak tidak mengalaminya lagi pada umur dewasa muda.

GEJALA

Orang dengan semua bentuk alergi mata merah berkembang dengan cepat menjadi gatal dan rasa terbakar pada kedua mata. Walaupun biasanya sama, kadang-kadang, satu mata mungkin lebih terinfeksi daripada mata yang lain. Konjungtiva menjadi merah, dan kadang-kadang konjungtiva bengkak, menyebabkan permukaan bola mata tampak tembam sehingga banyak orang merasa terganggu. Pada mata merah musiman dan berkelanjutan, sangat banyak kotoran berair yang tipis. Pandangan jarang terpengaruh.

Pada mata merah vernal, kotoran mata banyak dan seperti lendir. Tidak seperti jenis alergi mata merah lainnya, mata merah vernal sering mempengaruhi kornea, dan borok yang nyeri dapat timbul. Borok ini menyebabkan sensitivitas yang berlebihan terhadap cahaya terang dan kadang-kadang menyebabkan pengurangan pandangan yang permanen.

DIAGNOSA

Dokter mengenali alergi mata merah oleh penampilan dan gejala khasnya.

PENGOBATAN

Kondisi diobati dengan tetes mata anti alergi. Obat seperti itu termasuk cromolyn, lodoxamide, olopatadine, dan tetes mata antihistamin, seperti emedastine dan levocabastine. Tetes mata Ketorolac mempunyai anti inflamasi dan membantu mengatasi gejala. Tetes mata Corticosteroid mempunyai anti inflamasi yang lebih baik; tetapi, mereka sebaiknya tidak dipakai lebih dari beberapa minggu tanpa pengamatan yang melekat karena mereka dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada mata (glaukoma), katarak, dan meningkatkan risiko infeksi mata. Baru-baru ini, tetes mata yang dapat menghambat pengeluaran dan efek dari penyebab pembengkakan seperti azelastine, nedocromil, dan pemirolast, sudah digunakan dengan baik.

Sumber: http://medicastore.com/penyakit/3310/Alergi_Mata_Merah_Allergic_Conjunctivitis_.html

Cara Mengatasi/Mengobati Mata Merah, Berair & Gatal - Alergi Mata/Allergic Conjuctivitis

Mata kita bisa menjadi berwarna kemerahan, mengeluarkan air mata dan terasa gatal yang disebabkan oleh banyak faktor allergen seperti terkena polusi, debu, serbuk sari tanaman, kotoran binatang, dan lain sebagainya. Walaupun tidak menular ke orang lain, gangguan mata tersebut cukup mengganggu aktivitas kita sehari-hari.

Untuk menyembuhkan gejala alergi pada mata tersebut ada beberapa cara yang disarankan, yaitu :

1. Gunakan obat tetes mata yang dijual bebas sebagai air mata buatan yang mampu melembabkan serta menenangkan mata kita.

2. Memberi kompres waslap dingin ke mata yang mengalami alergi mata / allergic conjunctivitis.

3. Minum antihistamine atau obat tetes mata khusus yang diberikan oleh dokter.

Selama gangguan terjadi jangan gunakan contact lense / lensa kontak dan gunakan kacamata sebagai penggantinya. Jika gejala alergi mata tetap terjadi hubungi dokter.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Bookmark

Google Presentasi

Diberdayakan oleh Blogger.